
ILUSTRASI : Liburan ke Jepang jadi favorit masyarakat Indonesia. (foto-foto: AI)
Referensi Akomodasi melalui OTA Naik
Temuan laporan juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia akan mencari referensi akomodasi untuk perjalanan tahun 2026 terutama melalui online travel agency (OTA) atau situs pemesanan sebesar 38 persen, naik dari 25 persen di tahun lalu.
Meskipun hanya delapan persen yang akan menggunakan asisten AI, angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan wisatawan dari negara lain. Saat tiba waktunya memesan, wisatawan Indonesia tetap menjadi yang paling mungkin di dunia menggunakan OTA, mencapai 59 persen.
“Dengan kecerdasan buatan (AI) yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam industri perjalanan, sangat membanggakan melihat Indonesia memimpin dalam penggunaan teknologi baru untuk membuat penginapan hotel pada tahun 2026 menjadi lebih cerdas, efisien, dan lebih menyenangkan,” kata Fifin Prapmasari, Country Manager Indonesia di SiteMinder.
Prapmasari menambahkan, penelitian SiteMinder menunjukkan bahwa teknologi selalu menjadi inti dari perjalanan yang lancar, dan terus memberikan manfaat bagi mereka yang siap untuk mengadopsinya.
Keinginan Kuat untuk Bepergian
Keterbukaan yang semakin besar terhadap adopsi AI ini sejalan dengan temuan bahwa 51 persen wisatawan Indonesia melaporkan memiliki ‘keinginan yang jauh lebih kuat’ untuk bepergian dalam setahun ke depan (tertinggi di dunia) meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian.
















