SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026: Wisatawan Indonesia Paling Siap Manfaatkan Teknologi AI untuk Pengalaman Inap di Hotel

0
437

“Di kalangan milenial Indonesia, angka ini meningkat menjadi 57 persen,” papar Fifin.

Sebanyak 34 persen wisatawan Indonesia berencana bepergian ke luar negeri pada tahun 2026, 17 persen tetap bepergian di dalam negeri, dan 49 persen akan melakukan keduanya. Jepang menjadi destinasi internasional paling diminati dengan 45 persen, disusul Singapura (28 persen) dan Korea Selatan (25 persen).

Di dalam negeri, 69 persen akan berwisata ke Pulau Jawa, 27 persen ke Sumatra, serta 26 persen ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara. Selain itu, separuh wisatawan Indonesia (51 persen) akan bepergian bersama keluarga, sebuah tren konsisten yang menegaskan bahwa wisatawan Indonesia merupakan salah satu yang paling berorientasi keluarga di dunia, sama dengan Singapura.

Temuan lebih lanjut dalam laporan SiteMinder menunjukkan bahwa:

  • Dengan 96 persen dari responden terbuka terhadap gagasan AI yang memantau pola pribadi mereka, wisatawan Indonesia menjadi yang paling reseptif di dunia terhadap alat yang mampu memprediksi dan mencegah stres saat bepergian, termasuk melalui pemantauan data kesehatan (53 persen), energi dan kebutuhan sosial (50 persen), serta pola tidur (45 persen).
  • Pada tahun 2026, metode pembayaran favorit wisatawan Indonesia untuk pemesanan hotel diprediksi tetap melalui transfer bank (32 persen), diikuti digital wallet atau mobile wallet (28 persen) dan kartu kredit/debit (24 persen). Namun, Gen Z lebih cenderung menggunakan digital wallet sebesar 32 persen.
  • Wisatawan Indonesia memiliki minat tinggi terhadap aktivitas di dalam hotel, dan lebih banyak dibandingkan wisatawan dari negara lain yang memesan layanan spa (45 persen) dan menonton pertunjukan musik live (42 persen), diikuti aktivitas petualangan fisik sebesar 36 persen.
  • Sebanyak 65 persen wisatawan global menyetujui bahwa hotel memiliki hak untuk menaikkan harga pada periode ramai, dan angka ini melonjak menjadi 89 persen di Indonesia.
  • Sebanyak 84 persen wisatawan Indonesia mendukung hotel yang menggunakan data mereka untuk mempersonalisasi penginapan, peringkat tertinggi kedua secara global setelah Thailand (86 persen), meskipun 33 persen menekankan pentingnya transparansi tentang bagaimana data tersebut digunakan.
  • Ketika ditanya kekuatan super apa yang akan mereka pilih saat bepergian, 24 persen menjawab mereka ingin bisa berbicara dengan lancar dalam semua bahasa, 18 persen menginginkan kemampuan untuk selalu menemukan tempat-tempat lokal terbaik, dan 13 persen menginginkan akses ke toilet yang bersih setiap saat.

“Dengan semakin tingginya minat masyarakat Indonesia untuk bepergian pada tahun 2026, kami melihat cara-cara kreatif untuk memaksimalkan setiap perjalanan di tengah kondisi global yang tidak pasti,” kata Prapmasari.

Kesediaan mereka untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan data guna mempersonalisasi dan meningkatkan pengalaman menginap, ditambah dengan minat yang kuat terhadap pengalaman langsung di lokasi, menunjukkan bahwa para wisatawan kini merencanakan perjalanan dengan lebih cerdas dan memaksimalkan nilai setiap perjalanan.

“Hotel yang dapat mengantisipasi dan merespons perubahan ini akan berada dalam posisi terbaik untuk menarik dan memaksimalkan tamu ideal mereka di tahun mendatang,” pungkasnya. */ana

1 2 3

Comments are closed.