Spacive: Gerakan Baru yang Menyatukan Industri Material Dekoratif, Desain, Seni, dan Komunitas Kreatif

Indah Kurnia menghadiri pembukaan Spacive. Pameran arsitektural yang disajikan dengan konsep berbeda, yaitu memadukan karya arsitektur dalam kehidupan ini digelar di Mutipurpose Hall Ciputra World Mall Surabay.
Bertolak dari kondisi tersebut, Ruth mencoba menghadirkan gerakan baru bagi kota Surabaya yang menghubungkan semua pihak dan membentuk ekosistem kolaboratif berbasis komunitas sehingga pengetahuan, kreativitas, dan inovasi bisa bertemu tanpa batas.
Menurut Ruth, kota ini memerlukan adanya gerakan untuk memberikan akses, ruang dan kesempatan yang lebih setara bagi seluruh warganya.
Melalui edukasi, kurasi, dan kolaborasi, Spacive ingin membangun ekosistem kreatif yang lebih matang, terbuka, dan terhubung.
“Misi Spacive adalah memperkuat literasi desain warga Surabaya dan Jawa Timur, sehingga seni dan kreativitas bisa menjadi gaya hidup, bukan lagi sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Sementara AR Hermawan Desmanto, kurator Spacive mengatakan, kegiatan yang diikuti 30 tenant, adalah tempat ketemu semua stakeholder, mulai desainer, kontraktor, dan home décor. “Melalui acara ini masyarakat memahami bahwa standar desain makin tinggi, tak hanya dibutuhkan di rumah atau tempat usaha. Desain diperlukan dalam keseharian,” urai perwakilan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) ini.
Terkait tema ‘Fragment’, Hermawan mengatakan untuk menjawab pertanyaan apa yang ada dalam diri kita, yaitu panca indera. “Dan terjemahannya dalam bentuk seperti yang ada dalam pameran ini,” ujarnya. ap

















