Jagongan ala FPKS Bahas ‘Masa Depan Kesenian Surabaya’

0
499

Jill menekankan, kesenian adalah ruang bertanya, ruang menggugat dan ruang merawat ingatan. “Tanpa itu, kota akan cepat lupa dari mana ia berasal dan ke mana seharusnya melangkah,” ujar mantan wartawan Surabaya Post ini.

Untuk menuju masa depan, kata Jill, yang perlu dilakukan bukan sekadar menambah anggaran atau event, melainkan mengubah cara pandang. Pemerintah perlu berhenti melihat kesenian sebagai ornamen, dan mulai memperlakukannya sebagai kebutuhan publik.

Ini berarti, membuka ruang dialog yang setara dengan seniman, memberi kepercayaan pada komunitas, menyediakan ruang berkarya yang berkelanjutan, serta melindungi kebebasan berekspresi, termasuk ekspresi yang kritis dan tidak nyaman.

Pendidikan Seni Bukan hanya Pelajaran Teknis
Pendidikan seni juga harus diperkuat, bukan hanya sebagai pelajaran teknis, tetapi sebagai cara berpikir. Kota perlu mendukung arsip, riset dan dokumentasi kebudayaan agar generasi mendatang tidak hanya mewarisi cerita lisan yang terputus.

Kesenian Surabaya masa depan tidak cuma musti berakar pada tradisi, tetapi berani berinovasi. Bersandar pada lokalitas, namun terbuka pada perjumpaan global.

1 2 3 4

Comments are closed.