Keren! Murid SMP Negeri 57 Surabaya Ini Olah Limbah Kulit Bawang Putih Jadi Tinta Spidol dan Sabun

Raihan Jouzu Syamsudin
Febri berharap kisah Raihan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain di Surabaya dalam mengembangkan potensi diri dan kepedulian terhadap lingkungan. “Ini adalah success story salah satu anak didik kami,” ucapnya.
Dispendik juga akan mengupayakan dukungan lanjutan agar inovasi Raihan terus berkembang melalui pembinaan riset dan inovasi, termasuk dengan melibatkan Brida dan jejaring riset lainnya.
“Kami akan mencarikan ruang dan jalur agar bakat seperti ini bisa terus tumbuh. Anak-anak berprestasi seperti Raihan perlu pendampingan yang tepat agar potensinya berkembang maksimal,” tandasnya.
Sebagai informasi, hasil penjualan produk dimanfaatkan kembali untuk pengembangan proyek, mulai dari pembelian bahan baku, wadah, peralatan, hingga kebutuhan promosi. Selain itu, Raihan juga memperoleh tambahan uang saku dari usahanya tersebut.
Saat ini, tinta spidol berukuran 30 mililiter dijual seharga Rp15.000 per-botol. Sedangkan sabun cair ukuran 250 mililiter dipasarkan dengan harga Rp10.000 per-botol. wid
















