Keren! Murid SMP Negeri 57 Surabaya Ini Olah Limbah Kulit Bawang Putih Jadi Tinta Spidol dan Sabun

Raihan Jouzu Syamsudin
Wanita yang akrab disapa Febri ini mengapresiasi capaian Raihan yang dinilai mampu melampaui pola pemanfaatan limbah secara umum. Menurutnya, pengolahan sampah organik kerap berhenti pada pembuatan kompos, sementara Raihan mampu melihat potensi lanjutan dari limbah kulit bawang putih.
Febri menambahkan, Dispendik juga membuka ruang kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya untuk mendukung pengembangan inovasi pelajar agar berkelanjutan. “Dengan hadirnya Brida, peluang kolaborasi semakin terbuka. Ini penting agar inovasi anak-anak memiliki jalur pengembangan yang jelas dan berkesinambungan,” imbuhnya.
Keberhasilan Raihan meraih predikat Pangeran II Lingkungan Hidup Kota Surabaya 2024, lanjut Febrina, menunjukkan bahwa Surabaya masih memiliki banyak pelajar dengan potensi luar biasa.
Febri menekankan, inovasi yang dilakukan Raihan tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Limbah yang semula tidak bernilai mampu diolah menjadi produk yang berpotensi dikembangkan sebagai wirausaha sejak dini.
“Kami ingin anak-anak terbiasa berpikir kreatif dan solutif. Jika pola pikir ini terbentuk sejak dini, ke depan arah pengembangannya akan lebih jelas,” katanya.















