
Kedua, pembentukan Gugus Tugas Reformasi Agraria sebagai wadah penyelesaian sengketa tanah yang melibatkan BPN, kejaksaan, kepolisian, dan pemkot. Masyarakat diimbau tidak main hakim sendiri dalam masalah pertanahan.
“Tahun 2026 adalah titik perubahan. Cara memimpin Surabaya akan berbeda. Kita tunjukkan bahwa Surabaya adalah kota yang transparan, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. wid
Selain dua jabatan krusial tersebut, enam jabatan pratama lainnya juga mengalami rotasi, yaitu:
- Syamsul Hariadi menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
- Agus Imam Sonhaji menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).
- Hidayat Syah menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.
- Mia Santi Dewi menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdangan.
- Yusuf Masruh menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
- Febrina Kusumawati menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan
















