Antea Putri Turk Lantunkan ‘Ratap si Parto’: Inilah Harta Karun WR Soepratman Setelah Seabad Menghilang

0
175


‘Ratap Si Parto’ berbeda dari karya Soepratman yang dikenal luas seperti Indonesia Raya. Jika lagu kebangsaan itu sarat semangat perjuangan, ‘Ratap Si Parto’ justru menghadirkan sisi yang lebih lirih dan manusiawi.

Lagu ini berkisah tentang Parto, seorang bocah yang meratap karena merindukan ibunya yang telah meninggal.

Dalam ratapan itu terselip harapan polos seorang anak yang ingin bertemu kembali dengan ibunya, meski pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa harapan itu rapuh.

Para peneliti menduga Soepratman terinspirasi oleh lagu populer dunia saat itu, I’m Forever Blowing Bubbles (1919), yang dikenal dengan nuansa melankolis tentang mimpi dan harapan yang mudah pecah seperti gelembung. Sentuhan emosi yang serupa terasa dalam ‘Ratap Si Parto’.

Penemuan ini terasa semakin menyentuh bila diingat bahwa Soepratman sendiri kehilangan ibunya ketika masih berusia sembilan tahun.

Luka masa kecil itu diyakini meninggalkan jejak emosional yang dalam dan mungkin menjelma menjadi nada-nada sendu dalam lagu tersebut.

Menariknya, warisan musikal ini kini kembali hidup lewat generasi muda. Lagu tersebut diperkenalkan kembali oleh Antea Putri Turk (17), seorang soprano sekaligus komponis muda yang merupakan cicit buyut Ngadini—kakak kandung Soepratman.

1 2 3

Comments are closed.