
Hamid Nabhan sedang menikmati kopi.. (foto: generate AI)
Dia memiliki kepandaian dalam mengobati berbagai penyakit, namun keahliannya itu justru menimbulkan rasa iri dan kecurigaan di kalangan sebagian masyarakat. Akibat fitnah yang dijatuhkan kepadanya, ia diusir dari kota kelahirannya, Tarim, dan terpaksa hidup mengasingkan diri di daerah pegunungan yang terpencil.
Di tengah kesulitan hidupnya dalam masa pengasingan, ia suatu hari menemukan sejenis tanaman yang memiliki bunga putih dan buah berwarna merah cerah. Dia memperhatikan bahwa hewan-hewan yang memakan buah dari tanaman tersebut menjadi lebih lincah, bersemangat, dan tidak mudah lelah.
Setelah mengamatinya dalam waktu yang cukup lama dan meyakini bahwa buah itu tidak menimbulkan bahaya, ia mulai melakukan berbagai percobaan untuk mengolahnya. Awalnya ia hanya memakan buahnya secara langsung, namun rasanya terasa pahit dan tidak enak.
Ali bin Umar al-Sadili pun mencoba cara lain, yaitu memanggang bijinya, menggilingnya, lalu menyeduhnya dengan air panas. Hasilnya, terciptalah minuman yang memiliki rasa khas dan memberikan efek membuat tubuh menjadi segar, pikiran terjaga, serta rasa lelah hilang seketika.
Wabah Penyakit Melanda Mekah
Ketika terjadi wabah penyakit yang melanda kota Mekah, Ali bin Umar al-Sadili turut berangkat ke sana sambil membawa serta biji tanaman yang telah ditemukannya itu. Ia memanfaatkan seduhan biji tersebut bersama dengan ramuan tanaman lainnya untuk mengobati orang-orang yang sakit.
















