Catatan Khusus Hamid Nabhan: Kisah Ali Al-Sadili dan Penemuan Kopi di Tanah Yaman

0
7

Berkat jasanya yang besar dalam membantu kesembuhan banyak orang, nama baiknya pun dipulihkan, dan ia diizinkan pulang ke kampung halamannya.

Sejak saat itu, minuman yang ditemukannya mulai dikenal luas di seluruh wilayah Yaman. Terutama di kota pesisir yang bernama Mocha. Kota ini menjadi pusat utama perdagangan dan penyebaran biji kopi, sehingga minuman itu dikenal dengan sebutan kopi Mocha, sebutan yang masih kita kenal hingga sekarang.

Bahkan, semua kopi yang keluar dari pelabuhan ini dinamakan demikian, tidak peduli dari mana asalnya, mirip dengan penyebutan kopi Mandheling di Indonesia. Lama-kelamaan, sebutan ini juga berubah bunyi menjadi moka, dan kini istilah itu bahkan sering digunakan untuk menyebut campuran minuman kopi dengan cokelat.

Perkembangan kopi di Yaman berjalan sangat pesat. Sejak abad ke-15, kopi tidak hanya diolah menjadi minuman tetapi juga mulai dibudidayakan secara sistematis, menjadikan Yaman sebagai negara pertama yang memproduksi dan memperdagangkannya dalam skala luas, bahkan lebih awal dibanding negara lain.

Meskipun hanya sekitar tiga persen wilayah Yaman yang cocok untuk  pertanian. Umumnya berupa daerah dataran tinggi yang diolah dengan sistem terasering, kualitas kopinya tetap terjaga dengan baik dan dikenal memiliki cita rasa yang khas, kompleks, serta bernilai tinggi.

1 2 3 4 5

Comments are closed.