
Pungky Kusuma, GM Hotel Quds Royal Surabaya (tengah) menyambut kehadiran para alumnus Stikosa AWS saat rilis buku Antologi Puisi & Esai yang bersamaan dengan launching Festival Pecel Pincuk Suroboyo.
“Upaya kami ini merupakan sebuah ‘perlawanan’ terhadap arus modernisasi. Kami sengaja kembali ke pincuk daun pisang sebagai wadah alat saji kuiner yang kami sajikan,” kata Pungky Kusuma, General Manager Hotel Quds Royal Surabaya.
Selain lebih ramah lingkungan, lanjut Pungky, ada nilai estetika dan aroma alami khas yang tidak bisa digantikan oleh piring keramik, logam atau pun wadah berbahan plastik lainnya. “Ini adalah bagian dari upaya kami menjaga marwah kuliner tradisional agar tidak kehilangan identitasnya dan tetap digemari masyarakat,” ujarnya.
Sajian pecel wadah pincuk daun pisang hasil racikan tim F&B hotel berbintang 3 yang terletak di jantung kawasan religi Sunan Ampel Surabaya ini mendapat respons positif tamu. “Makan sayuran tentu banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Apalagi sayuran (di pecel pincuk) ini sangat lengkap,” tutur Gatot, salah satu tamu Quds Royal Surabaya.
Komentar senada dilontarkan Wismanti, pengusaha asal Semarang yang sering inap di hotel yang berlokasi di jalan Iskandar Muda nomor 85 tersebut. “Jika ada urusan bisnis di Surabaya saya pasti inap di sini. Selain nyaman, suguhan kulinernya selalu tak biasa,” celetuknya.
Wismanti menambahkan,”Sebelumnya saya ke sini, pas ada Festival Sambelan. Pilihan kuliner tradisional ini yang selalu ngangeni untuk kembali lagi ke sini (Qud Royal Surabaya),” imbuhnya.

















