
Dr Restu Gunawan (dua dari kanan) bersama Henky Kusuma (kiri), Meimura, dan Puryadi (kanan). (foto: dok/IST)
Wayang Suket Samin
Pentas diawali dengan pertunjukan pembuka Wayang Suket dan Baca Puisi dari Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin) Gunung Anyar Emas yang merupakan binaan Meimura. Acara ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Ruang Publik Dana Indonesia dari Kementerian Kebudayaan yang diajukan oleh Meimura atas nama perorangan.
Dalam Ludruk Garingan Besutan kali ini, Cak Meimura mengangkat isu soal pencemaran sampah yang terjadi di Gunung Anyar yang memang dekat dengan pantai. Meimura alias Meijono yang memerankan tokoh Besut, didampingi oleh Cak Hengky Kusuma (seniman ludruk RRI) dan Cak Puryadi (seniman ludruk Karya Budaya).
Dikisahkan, Besut jadi nelayan, namun jala yang dilempar kali ini tidak hanya ikan yang didapat, namun juga ban mobil, tikar plastik, botol-botol air mineral, popok bayi (pempers) dan berbagai pakaian lainnya.
Bahkan juga pesawat televisi. Ini sangat memprihatinkan.
Maka kemudian Sumo Gambar (diperankan Hengky Kusuma) marah-marah, protes keras kepada para pembuang sampah di sungai dan laut. Jamino (Puryadi) berusaha meredamnya,”Sabar, sabar Itu semua pertanda belum komplitnya kesadaran dan pemahaman arti pentingnya sungai dan laut dan lingkungan.”
















