
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya serahkan SK kepada Heti Palestina Yunani, Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya. (foto: Diskominfo)
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini mencontohkan bagaimana seni tradisional seperti ludruk atau parikan khas Cak Kartolo bisa dikolaborasikan dengan tren masa kini seperti Stand Up Comedy.
“Kalau Stand Up Comedy digabungkan dengan ilmu perludrukan Cak Kartolo, itu akan luar biasa. Bagaimana ini menjadi satu gabungan yang menarik. Tujuannya agar anak muda Surabaya tidak lupa pada identitasnya kesenian kotanya sendiri seperti remo, ludruk, dan Srimulat,” pesannya.
Selain itu, Cak Eri menyampaikan bahwa Dewan Kebudayaan berfungsi sebagai mitra strategis atau partner Pemkot Surabaya serupa dengan peran Dewan Pendidikan, dalam memberikan masukan dan ide-ide kreatif untuk memajukan identitas Arek Suroboyo di kancah nasional maupun internasional.
“Dengan begitu akan banyak ide-ide yang bisa dikembangkan untuk mengembangkan kebudayaan di Kota Surabaya,” imbuhnya.
Tugas Pertama Dewan Kebudayaan S
ebagai tugas pertama, Cak Eri meminta Dewan kebudayaan yang diketuai oleh Heti Palestina Yunani untuk langsung tancap gas. Mulai pekan depan, ia ingin melihat ruang-ruang publik di Surabaya mulai diisi dengan berbagai tampilan seni secara rutin setiap akhir pekan.
















