
Yanti kemudian membeber filosofi angklung, yaitu kebersamaan. “Angklung terdiri dari tujuh not yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Satu (not) tidak ada, lainnya tidak akan bisa main,” cetusnya.
Artinya, lanjut Yanti, dari tujuh not itu saling membutuhkan. “Begitu juga manusia. Tidak ada manusia hidup sendiri. Dia pasti butuh orang lain!” pungkasnya. ap
















