Fikom Universitas Ciputra Gelar 5th CFF: Wadah Strategis Sineas Muda Berkarya Lewat Tema ‘Mosaik’

0
18

Keseruan Day 1 bergulir hingga malam dan berganti menjadi lebih magis lewat Special Screening bertajuk ‘Synergy Pieces’, sebuah karya kolaborasi apik antara CFF x Studio Cerita Mojokerto.

“Lewat pemutaran film dan diskusi interaktif pasca-screening, pesan di dalam bioskop terasa melekat hangat ke hati para penonton,” tandasnya.
“Ide bertukar, perspektif baru pun terpancar,” urai Ronny. Rangkaian acara yang padat dan emosional dari siang hingga malam ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta yang hadir.

Salah satunya adalah Faithniel Eleazar Cornelius Polla, yang merasa salah satu topik di sesi tanya jawab sangat menampar realita para kreator daerah.

“Menurutku yang agak menampar saat session qna ada yang bertanya buat film kita terbit ke XXI itu susah atau ngga?” balas Faithniel jujur mengenai realita tantangan distribusi film.

Cahaya Annisa Susanto, juga ikut membagikan sudut pandangnya. Baginya, pemaparan di CFF hari pertama ini menjadi pemicu untuk bergerak lebih berani tanpa harus mendewakan jalur festival konvensional.

“Harus berani tunjukkan karyanya nggak cuma ikut festival tapi bisa dari sosial media juga,” tutur Cahaya penuh semangat.

Menutup hari pertama dengan senyuman, para pengunjung juga disuguhkan dengan berbagai pernak-pernik games di area festival, mulai dari booth merchandise eksklusif CFF serta area foto dengan backdrop dan poster-poster film CFF yang dapat digunakan pengunjung untuk mengabadikan momen. */ana/ap

1 2 3 4

Comments are closed.