AI Mengubah Wajah Ekonomi Syariah, Siapkah Regulasinya?

Choiriyah Wahyuni
AI dapat menganalisis ribuan data pasar dalam waktu singkat, tetapi tetap tidak mampu memprediksi masa depan secara pasti. Kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, maupun situasi global dapat berubah sewaktu-waktu.
Karena itu, rekomendasi AI seharusnya dipandang sebagai bahan pertimbangan, bukan keputusan mutlak.
Risiko lain muncul melalui sistem penentuan harga otomatis atau dynamic pricing. AI dapat mengubah harga berdasarkan permintaan pasar, lokasi pengguna, waktu transaksi, bahkan perilaku belanja konsumen. Dari sisi bisnis, sistem ini meningkatkan efisiensi dan keuntungan.
Namun, dari sudut pandang konsumen muncul pertanyaan mengenai keadilan dan transparansi. Mengapa dua orang bisa mendapatkan harga yang berbeda untuk produk yang sama? Apakah mekanisme tersebut telah diinformasikan secara terbuka kepada pengguna?
Tantangan berikutnya adalah maraknya penyalahgunaan AI melalui teknologi deepfake. Belakangan ini masyarakat sering menemukan video tokoh publik yang seolah-olah menawarkan investasi atau produk tertentu.
















