AI Mengubah Wajah Ekonomi Syariah, Siapkah Regulasinya?

Choiriyah Wahyuni
Regulasi harus bergerak lebih cepat mengikuti inovasi, bukan sekadar mengejar ketika persoalan sudah muncul di masyarakat.
Regulasi juga perlu memastikan bahwa setiap penyedia layanan digital mampu menjelaskan bagaimana sistem AI mengambil keputusan. Transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Pengguna berhak mengetahui alasan di balik sebuah rekomendasi investasi, penolakan pembiayaan, maupun perubahan harga yang mereka terima.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mempertahankan peran manusia dalam setiap keputusan yang berdampak besar. AI seharusnya menjadi alat bantu analisis, bukan pengganti manusia.
Keputusan yang menyangkut hak, kewajiban, dan kepentingan finansial seseorang tetap harus melibatkan pertimbangan manusia. Dengan demikian, apabila sistem melakukan kesalahan, masih tersedia ruang untuk melakukan koreksi sebelum kerugian semakin besar.
Selain regulasi, peningkatan literasi digital juga menjadi kebutuhan yang mendesak. Masyarakat perlu memahami bahwa AI bukanlah sumber kebenaran yang selalu benar. Rekomendasi investasi, promosi digital, maupun informasi yang beredar di media sosial tetap harus disikapi secara kritis.
















