
iniSURABAYA.com – Belakangan ini, tiga huruf MBG identik dengan program Makan Bergizi Gratis yang ramai diperbincangkan publik. Namun di tangan para seniman Surabaya, singkatan itu justru memiliki makna berbeda, yakni ‘Melukis Bebas Guys’.
Lewat pameran bertajuk ‘MBG: Melukis Bebas Guys’, puluhan perupa memilih menyuarakan kegelisahan, kritik, sekaligus harapan melalui karya seni. Bukan sekadar permainan kata, tema tersebut menjadi sindiran satir terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penyalahgunaan amanah oleh oknum yang diberi kepercayaan mengelola kepentingan publik.
Alih-alih menghakimi, para seniman mengajak masyarakat merenungkan berbagai fenomena yang tengah terjadi melalui bahasa visual. Setiap lukisan menjadi ruang dialog yang membuka banyak tafsir, mulai dari kritik sosial, harapan akan perubahan, hingga refleksi tentang pentingnya menjaga integritas.
Pameran ini digagas Assu (Aksi Seniman Surabaya), komunitas yang selama ini aktif menghidupkan ekosistem seni rupa di Kota Pahlawan. Sebelumnya, ASSU juga sukses menggelar pameran ‘ART For Freedom’ yang mendapat perhatian luas dari kalangan perupa.
Muit Arsa, Ketua ASSU mengatakan pameran kali ini juga menjadi simbol kebangkitan semangat para seniman Surabaya setelah perjuangan mempertahankan ruang pamer di Balai Pemuda beberapa waktu lalu.
















