
“Kita mencoba menerapkan digitalisasi, mulai dari melakukan verifikasi wajah dan juga data-datanya, apakah mereka termasuk penerima yang layak atau tidak layak,” imbuhnya.
Saat sosialisasi dan dilakukan uji coba, Wijayakusuma menyebutkan, sempat terjadi beberapa kendala saat warga melakukan pendaftaran Perlinsos Digital. Dirinya mengungkapkan, kendala tersebut terjadi di dalam sistem aplikasi Perlinsos Digital.
Meski demikian, sistem ini akan terus dilakukan uji coba secara terus menerus untuk meminimalisir terjadinya kendala di kemudian hari.
“Kendala ini sudah kita lihat, dan sudah ditemukan solusinya, alhamdulillah sudah ditemukan dan sudah bisa berjalan. Dan ini memang harus terus menerus dilakukan pelatihan dan uji coba, baik dari agen maupun mandiri,” tuturnya.
Wijayakusuma berharap, sosialisasi Perlinsos Digital bisa berjalan baik sehingga ke depannya bisa dilakukan uji coba di tempat lain. “Mudah-mudah program digitalisasi Bansos melalui Perlinsos ini, program pemerintah akan lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan juga tepat waktu,” urainya.
















