
“Jadi dia (pejabat perempuan) tetap akan menjadi struktur, tapi tidak nomor satu. Seperti kalau camat jadi Kabid (Kepala Bidang), lurah jadi Katimja (Kepala Tim Kerja), tetap dia menjabat tapi tidak di garda terdepan,” paparnya.
Cak Eri menyatakan telah mengumpulkan seluruh pejabat perempuan untuk menyampaikan kebijakan tersebut sekaligus meminta mereka segera mengurus izin dari suami.
“Saya tadi kumpulkan (pejabat) yang perempuan untuk minta izin suaminya. Karena ridanya suami adalah ridanya Gusti Allah. Maka dia nanti kalau ada yang diridhoi nyampaikan ke kepegawaian, jadi mutasinya sekalian saya jadikan satu,” katanya.
Saat ditanya mengenai tiga kecamatan yang sebelumnya mendapat teguran, Cak Eri memastikan wilayah tersebut juga masuk dalam evaluasi mutasi bersama para lurah. “Tiga kecamatan itu sudah termasuk dengan lurah-lurahnya,” pungkasnya. */ana/ap
















