
Lamine Yamal (foto: IST)
Lebih dari sekadar catatan statistik di lapangan, kisah Lamine Yamal juga menghadirkan refleksi mendalam. Delapan ratus tahun lamanya Islam menguasai Andalusia yang kini namanya menjadi Spanyol, dan warisan Islam tersebut masih tetap ada. Dalam sujud dan doanya, Lamine Yamal adalah bagian dari warisan spiritual dari negeri Andalusia.
Deretan rekor mentereng, perjuangan panjang keluarga, hingga nilai-nilai luhur di balik namanya membuktikan bahwa masa depan Lamine Yamal di panggung sepak bola dunia baru saja dimulai, meninggalkan inspirasi yang mendalam bagi siapa saja yang mengenalnya. *
[Penulis Hamid Nabhan: Pengamat dan mantan pemain bola yang tinggal di Surabaya]















