
Gombloh (foto: generate AI)
Menurutnya, usulan itu layak dipertimbangkan karena Balai Pemuda merupakan tempat Gombloh berproses kreatif saat bergabung dengan Bengkel Muda Surabaya.
Hal senada disampaikan Guruh Dimas. Ia menilai kecintaan Gombloh terhadap Surabaya tak pernah luntur, bahkan ketika namanya telah dikenal di seluruh Indonesia.
“Di mana pun konser, Gombloh selalu membuka sapaannya dengan kalimat, ‘Selamat malam, Surabaya!’. Meski sukses secara nasional, ia memilih tetap tinggal di kota yang membesarkan namanya. Itu menunjukkan betapa kuat ikatan batinnya dengan Surabaya,” tuturnya.
Didukung berbagai komunitas seni dan budaya, seperti JatiSwara, KPJ Siwalankerto, Galeri Merah Putih, Rumah Balada Indonesia Banten, Harian Disway, Suara Merdeka Surabaya, Kispi, serta sejumlah mitra lainnya, ‘Gombloh Bukan Hanya di Radio’ diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda nostalgia.
Perhelatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa karya-karya Gombloh masih terus bernyawa, menginspirasi, dan menemukan pendengar baru di setiap generasi. ana/ap
















