
Gombloh (foto: generate AI)
Bagi para penikmat musik lawas, momen paling emosional dipastikan hadir pada 7 Juli 2026, ketika Lemon Tree’s anno ’69 kembali tampil setelah vakum selama 38 tahun, sejak wafatnya Gombloh.
Band tersebut diperkuat lima personel lamanya, yakni Soelih Estopangestie (vokal), Ratih Sumarsono (vokal), Pardi Artin (gitar), Totok Afiat (bass), dan Mamat Bahasuan (drum). Mereka akan membawakan lagu-lagu Gombloh dari masa idealismenya bersama label Golden Hand Records.
“Sudah 38 tahun kami tidak bermain bersama. Saat kembali membawakan lagu-lagu Gombloh, rasanya seperti bertemu lagi dengan sahabat lama. Sangat mengharukan,” ujar Soelih.
Selain Lemon Tree’s Reunion, panggung juga akan diramaikan oleh Ludruk Luntas, Seketastakula, Sekaring Jagad, Max Baihaqi, Cep Ocim, Simpang Musim, Yuli Zedeng, Laily & Family, Jumadi Candu Aksara Grobogan, Arul Lamandau, serta sejumlah seniman dan komunitas budaya lainnya.
Tak hanya mengenang karya, penyelenggara juga membawa misi agar penghormatan terhadap Gombloh diwujudkan secara lebih permanen. Supervisor acara, Heri Lentho, mengusulkan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar Gedung Balai Budaya Balai Pemuda diubah namanya menjadi Gedung Lokaseni Gombloh.
















