Langgeng Makmur Bidik Omzet Rp447 Miliar, Ini Langkah yang Disiapkan

“Kinerja triwulan pertama 2026 ini belum sepenuhnya optimal akibat terganggunya rantai pasok bahan baku plastik dan PVC. Selain masalah logistik bahan baku, daya beli konsumen di sektor domestik yang masih cenderung lemah turut memberikan tekanan ekstra terhadap ritme penjualan produk-produk konsumer perseroan,” ungkapnya.
Kondisi ini kian diperparah oleh volatilitas harga komoditas global. Bahan baku berbasis minyak bumi untuk plastik dan PVC sempat melonjak drastis hingga melampaui 100 persen. Sementara harga aluminium dunia ikut terkerek naik hingga 50 persen.
“Meski demikian, perseroan memilih kebijakan untuk tidak serta-merta menaikkan harga jual demi menjaga loyalitas konsumen, sembari terus memantau pergerakan kompetitor,” tandas Henri.
Meski harus menghadapi kondisi pasar yang masih penuh tantangan, perseroan telah menyiapkan tujuh strategi terintegrasi. Di antaranya dengan meningkatkan komunikasi intensif dengan pelanggan untuk menjaring perubahan selera pasar serta melakukan perbaikan mutu berkesinambungan.
“Strategi ini diharapkan mampu memperkuat branding produk rumah tangga maupun pipa di mata publik,” urainya.
Untuk divisi pipa dan fitting, perseroan secara agresif menambah variasi produk dan ukuran. Langkah ini diambil guna menangkap peluang dari masifnya proyek-proyek infrastruktur yang digulirkan oleh pemerintah maupun sektor swasta.
















