Langgeng Makmur Bidik Omzet Rp447 Miliar, Ini Langkah yang Disiapkan

Sepanjang tahun 2025, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp472 miliar, turun sebesar Rp49 miliar atau terkontraksi 9,51 persen dibandingkan penjualan tahun 2024 yang sebesar Rp521 miliar. Penurunan ini utamanya dipicu oleh melambatnya aktivitas ekonomi domestik yang menekan volume serapan pasar.
Performa Pasar Domestik Terkikis 9,74%
Secara rinci, performa pasar domestik terkikis 9,74 persen atau menyusut Rp51 miliar, dari Rp519 miliar pada 2024 menjadi Rp469 miliar di sepanjang 2025. Penurunan ini bersumber dari divisi peralatan dapur aluminium yang membukukan penjualan Rp238 milar, atau turun 7,24 persen.
Divisi peralatan rumah tangga plastik juga terkoreksi 15,67 persen menjadi Rp96 miliar, disusul lini bisnis pipa, fitting, dan profil yang melandai 10,54 persen ke angka Rp129 miliar.
Namun, di balik koreksi pasar domestik, kinerja ekspor perseroan justru moncer. Penjualan ke luar negeri melesat signifikan sebesar 42,44 persen, naik dari US$0,144 juta pada tahun 2024 menjadi US$0,190 juta pada tahun 2025. Produk-produk unggulan perseroan kini semakin kokoh mencengkeram pasar regional Asia, kawasan Timur Tengah, hingga merambah Australia.
Henri Subiyanto, Corporate Secretary Perseroan menyatakan, pada kuartal pertama tahun 2026, perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp69 miliar atau masih mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kontribusi terbesar masih disokong oleh divisi peralatan dapur aluminium senilai Rp26 miliar dan divisi peralatan rumah tangga plastik sebesar Rp20 miliar. Secara akumulatif, kedua divisi ini mendominasi dan menguasai 67% dari total penjualan bersih perusahaan.
















