
“Penambahan pintu air yang di muara Kali Jagir itu juga harusnya sudah dipasang. Karena kita percuma bikin saluran banyak tapi muaranya ternyata juga ada pendangkalan,” ungkapnya.
Hidayat menyatakan bahwa Pemkot Surabaya telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar pekerjaan tersebut segera dilaksanakan. “Kami sudah bersurat dan kami berharap itu cepat dilakukan,” tuturnya.
Sementara itu, Adi Gunita, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya menuturkan, penanganan genangan di Kota Pahlawan dilakukan secara bertahap berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan sejak 2020.
Menurutnya, pada tahun 2026 Pemkot Surabaya akan melanjutkan penanganan di sekitar 120 titik genangan. Selain membangun saluran baru, pihaknya juga memprioritaskan normalisasi saluran yang sudah ada.
“Kami lakukan secara bertahap. Untuk 2027 akan kami lakukan perencanaan di tahun 2026 ini,” ujarnya.
















