Tata Jalan Nias, Pemkot Surabaya Relokasi Bengkel ke Kawasan Baru Tanpa Hilangkan Mata Pencaharian

Jekti Purwantoro, Koordinator Bengkel Jalan Nias mengaku sempat terkejut ketika Cak Eri –begitu sapaan akrab Wali Kota Surabaya ini—datang meninjau kawasan tempat mereka bekerja. Namun, setelah berdialog dengan para pelaku usaha dan mengajak mereka melihat lokasi relokasi di Jalan Menur, ia menilai tempat yang disiapkan pemkot lebih layak dan sesuai untuk aktivitas perbengkelan.
“Saya dan teman-teman diajak melihat langsung lokasi di Menur. Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai untuk mendukung aktivitas perbengkelan,” ungkap sosol yang akrab disapa Cak Lewan ini.
Cak Lewan bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja. Menurut Cak Lewan, lokasi baru memberikan rasa aman yang selama ini sulit diperoleh ketika bekerja di Jalan Nias.
Sebelumnya, aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil dilakukan di bahu jalan sehingga berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan. “Dulu kami bekerja di pinggir jalan sehingga selalu waspada karena kendaraan melintas sangat dekat. Sekarang kami memiliki tempat yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja tanpa mengganggu lalu lintas,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Pria yang telah bekerja di kawasan Jalan Nias sejak 1985 itu mengatakan, sentra bengkel tersebut sudah dikenal masyarakat sejak akhir 1970-an. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Madura, Kediri, hingga Malang.
















