Tata Jalan Nias, Pemkot Surabaya Relokasi Bengkel ke Kawasan Baru Tanpa Hilangkan Mata Pencaharian

Menurutnya, aktivitas bengkel di Jalan Nias sebelumnya dilakukan di tepi jalan sehingga berisiko bagi pekerja maupun pengguna jalan. Kini, seluruh kegiatan perbengkelan telah dipusatkan di area khusus sehingga lebih aman dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.
Basuki menilai, relokasi tersebut juga mencerminkan implementasi Kampung Pancasila yang mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi antarmasyarakat tanpa memandang batas wilayah administratif. Dia menambahkan, warga Manyar Sabrangan menerima kehadiran para pelaku usaha sebagai bagian dari upaya bersama membangun lingkungan dan menggerakkan perekonomian.
“Kami mendukung penuh kebijakan ini. Semangat Kampung Pancasila mengajarkan bahwa kita semua adalah warga Surabaya yang harus saling mendukung, saling menerima, dan bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap para pelaku usaha dapat menjaga kebersihan, ketertiban, serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar.
“Kami juga berharap keberadaan bengkel di lokasi baru dapat membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Jika ada warga yang memiliki keahlian di bidang pengecatan mobil, pengelasan, atau pekerjaan perbengkelan lainnya, kami berharap mereka dapat dilibatkan sesuai dengan kebutuhan,” imbuhnya.
















