38 Tahun Berkarya, Wina Bojonegoro Hadirkan Buku ke-11 di Tengah Instalasi Seni

0
27


Dari Cerpen ke Percakapan Panjang
Ketika sore bergeser menuju malam, perhatian beralih ke pendopo. Di ruang ini, ‘Lima Jam Selepas Pukul Lima’ dibedah melalui diskusi yang menghadirkan psikolog Diyah Sulistyorini MPsi dan sastrawan Bonari Nabonenar.

Pembacaan cerpen oleh Komunitas Perempuan Penulis Padma serta penampilan Orkes Puisi Kidung LingLung dari Ponpes Ngalah Pasuruan kemudian melengkapi rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 14.00.

Bagi Wina, buku terbarunya bukan sekadar kumpulan cerita. Ada alasan personal sekaligus kultural di balik keputusannya untuk memasukkan bahasa Jawa dalam karya tersebut.

Perempuan kelahiran Bojonegoro itu ingin membawa idiom dan dialek khas daerah asalnya ke dalam karya sastra.

Pada saat yang sama, ia berharap penggunaan bahasa Jawa dalam karya kontemporer dapat ikut menjaga sekaligus memperkenalkan sastra Jawa kepada generasi muda.

Proses pengerjaannya pun tidak sebentar. Di sela kesibukannya sebagai pengusaha biro travel dan penggerak kegiatan literasi, Wina membutuhkan waktu sekitar setahun untuk menyiapkan kumpulan cerpen tersebut.

1 2 3 4 5

Comments are closed.