
Ketika Anak Laki-laki Pilih Diam
Nenny Gunarso, Ketua DPC FPPI Kota Surabaya mengatakan stigma bahwa anak laki-laki tidak boleh terlihat lemah justru dapat menjadi penghalang ketika mereka membutuhkan pertolongan.
Selain rasa malu, ketidaktahuan mengenai tempat untuk melapor juga membuat sebagian anak memilih menyimpan persoalannya sendiri.
“Kami ingin mendobrak stigma tersebut. Anak laki-laki juga rentan menjadi korban kekerasan emosional, fisik, maupun seksual,” tegasnya.
Menurutnya, perlindungan tersebut perlu dibangun secara bersama-sama, termasuk melalui edukasi kepada orang tua, pembina, pelatih, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan anak dan atlet.
Melalui kolaborasi tersebut, FPPI Surabaya mendorong adanya sosialisasi yang lebih mendalam mengenai pentingnya menyediakan ruang aman bagi perkembangan emosi anak laki-laki, sebagaimana perhatian yang selama ini diberikan kepada anak perempuan.

















