
Djadi Galajapo hadirkan buku ke-9 berjudul 'NGISLAM'.

Djadi bersama sang istri.
Dikemas dengan desain menarik dan dicetak dengan konsep semi-lux, buku tersebut sekaligus melanjutkan perjalanan literasi Djadi yang selama ini cukup produktif.
AI Membantu Merangkai Gagasan
Menariknya, dalam proses penyusunannya, Djadi memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence). Djadi mengakui dirinya tidak memiliki latar belakang jurnalistik. Karena itu, ketika gagasan mengenai buku mulai dirangkai, ia memanfaatkan AI sebagai asisten untuk membantu menyusun kalimat, memperbaiki tata bahasa hingga mengembangkan rancangan visual sampul.
“Proses pembuatan buku ini, khususnya merangkai kalimat demi kalimat, dibantu asisten AI,” ujarnya.
Namun, penggunaan AI menurut Djadi lebih ditempatkan sebagai alat bantu untuk mengolah gagasan yang sudah dimilikinya. Ia ingin pemikiran dan pesan yang dibawa buku tetap berangkat dari pengalaman, perenungan, serta nilai-nilai yang selama ini diyakininya.
Pemanfaatan teknologi tersebut justru menjadi salah satu sisi menarik dari buku ke-9 Djadi. Seorang komedian yang selama puluhan tahun dikenal melalui humor kini menggunakan teknologi baru untuk menyampaikan gagasan tentang spiritualitas dan kehidupan.
Targetnya sederhana, tetapi cukup besar: buku tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk melihat keberagamaan dengan perspektif yang lebih penuh cinta kasih.
















