Djadi Galajapo Ajak ‘Ngislam’ dengan Cinta: Saat Ibadah Tak Berhenti pada Ritual

0
522

Bukan Mengganti Agama, tetapi Menggali Makna
Djadi menekankan, konsep ‘ngislam’ yang ia tawarkan tidak dimaksudkan sebagai agama baru ataupun ajaran yang berdiri di luar Islam. Ia menempatkannya sebagai upaya memahami Islam melalui pengalaman budaya dan batin masyarakat Nusantara.

Dalam pandangannya, ngislam tetap berada dalam kerangka Islam, tetapi memiliki karakter lokal yang kuat.

Ia membedakannya dengan aliran kepercayaan yang sepenuhnya berada di luar agama formal. Di sisi lain, ia juga melihat adanya karakter khas dibandingkan corak tasawuf yang berkembang di Timur Tengah.

Dalam perspektif Djadi, spiritualitas Jawa lebih dekat dengan rasa, simbol, sastra, alam, dan pengalaman kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ‘ngislam’ yang ia bicarakan bukan sekadar istilah, melainkan ajakan untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: setelah menjalankan agama, apakah kita menjadi manusia yang lebih sabar, rendah hati, murah hati, peduli, dan penuh kasih?

Pertanyaan tersebut barangkali menjadi bagian paling penting dari buku ke-9 Djadi Galajapo.

1 2 3 4 5 6 7

Comments are closed.