Surabaya Kite Festival 2026: Pemkot Surabaya Gaet 100 Peserta dari 38 Komunitas Mancanegara

“Ciri khas Indonesia yang disukai di tingkat dunia adalah Punakawan. Tokoh seperti Semar dan Petruk ini unik dan tidak dimiliki negara lain, sehingga menjadi identitas budaya yang terus kita tonjolkan,” tandasnya.
Sementara itu, Herry Purwadi, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengatakan, untuk menjaga kualitas kompetisi, Pemkot Surabaya menggaet juri-juri tingkat nasional.
“Tim juri yang bertugas sangat kredibel, di antaranya melibatkan perwakilan dari Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, hingga tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional,” kata Herry.
Ia mengakui bahwa antusiasme masyarakat terhadap gelaran tahun ini, melampaui estimasi awal pihak penyelenggara dan pengembang kawasan. “Target awal kami sebenarnya sekitar 3.000 pengunjung. Namun sejak hari pertama Sabtu kemarin hingga hari kedua ini, jumlah pengunjung tercatat sudah menembus lebih dari 5.000 orang. Ini luar biasa sekali,” urainya.
Rangkaian penilaian lomba dijadwalkan rampung pada Minggu sore yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang serta penyerahan total hadiah senilai Rp52 juta. Selain menghadirkan atraksi visual di langit Surabaya, event ini juga menggerakkan ekonomi warga dengan melibatkan 20 UMKM lokal di area sekitar festival. */ana/ap
















