
ArtSubs 2026 diawali dengan gelaran diskusi yang menghadirkan Nirwan Dewanto bersama Hendra Himawan dari Kantor Bersama Urusan Seni Rupa (KBUSR). Acara yang berlangsung di auditorium Jurusan Seni Rupa tersebut juga menghadirkan Prof Dr Drs Djuli Djatiprambudi MSn, guru besar seni rupa Unesa. (foto-foto: dok ArtSubs)
Surabaya sebagai Ekosistem
Nirwan menggambarkan Surabaya seperti tanah yang menjadi subur karena mendapatkan air, pupuk, perawatan, dan berbagai unsur kehidupan. Ketika benih ditanam, tanah itu memungkinkan sesuatu tumbuh dan berkembang.
Begitu pula dengan seni. Menurut Nirwan, Surabaya tidak pernah berdiri sendiri. Banyak orang dari berbagai daerah datang untuk tinggal, bekerja, belajar, dan berkarya. Pengalaman yang mereka bawa kemudian bertemu dengan pengalaman lokal.
Pertemuan tersebut melahirkan proses pertukaran sekaligus pengolahan gagasan. Dari sanalah muncul berbagai kemungkinan baru yang kemudian diterjemahkan menjadi karya seni.
ArtSubs, kata Nirwan, menjadi salah satu ruang yang mempertemukan akumulasi pengalaman tersebut. “ArtSubs pun tidak berhenti sebagai peristiwa milik satu kota, melainkan menjadi bagian dari percakapan seni rupa kontemporer Indonesia,” ujar Nirwan yang lahir di kawasan Gubeng, Surabaya.
ArtSubs 2026 akan digelar di Balai Pemuda Surabaya pada 19 September hingga 8 November 2026. Ajang yang memadukan format biennale dan art fair ini melibatkan 113 seniman, termasuk tujuh karya kolaborasi kelompok.

















