Buku 2,9 Kg Ini Menyimpan 45 Tahun Perjalanan Seni Rupa Indonesia

Momen ArtSubs 2026 diwarnai launching buku berjudul ‘Indonesian Art World (1977–2022)’. Buku dengan berat sekitar 2,9 kilogram itu memuat sekitar 4.000 foto, sebagian besar merupakan hasil dokumentasi pribadi dr Melani W Setiawan. (foto: dok ArtSubs 2026)
Asmujo juga berharap buku yang memiliki nilai dokumentasi tinggi tersebut dapat lebih mudah diakses publik sehingga manfaatnya tidak hanya berhenti pada kalangan kolektor atau pelaku seni.
“Kita bisa melihat dalam buku ini bagaimana seniman muda tumbuh, bagaimana seniman menghilang, serta munculnya gelombang seniman muda di Indonesia,” tegasnya.
Memotret Seni Sebelum Era Ponsel
Ada satu aspek lain yang membuat perjalanan dokumentasi Melani menarik. Ia memulai kebiasaan tersebut pada masa ketika telepon seluler belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kamera analog menjadi alat utamanya.
Setiap momen harus dipotret dengan perhitungan. Setelah itu, film harus diproses dan foto dicetak satu per satu. Dalam konteks hari ini, ketika ribuan gambar bisa dibuat hanya dalam hitungan menit melalui telepon pintar, cara kerja tersebut terasa seperti perjalanan dari zaman yang berbeda.
Namun justru dari proses yang lambat itu terkumpul arsip yang begitu panjang. Melani menjadi saksi dari berbagai fase kehidupan seni rupa Indonesia. Ia hadir ketika banyak seniman masih berada di awal perjalanan, mengikuti perkembangan mereka, dan terus menyimpan jejak perjumpaan tersebut.
















