
iniSURABAYA.com – Layanan Command Center 112 Surabaya tidak hanya mengandalkan kecepatan dalam menerima laporan warga. Di balik layanan tersebut, terdapat call taker, yakni petugas yang menerima panggilan darurat, dan menggali informasi dari pelapor.
Selanjutnya, petugas melakukan penilaian awal terhadap kondisi yang dilaporkan, hingga menentukan langkah penanganan selanjutnya. Dalam menjalankan tugasnya, call taker juga didukung tenaga medis serta psikolog untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Linda Novanti, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya mengatakan, call taker memiliki peran penting sejak laporan pertama kali diterima. Mereka tidak hanya mencatat informasi dari warga, tetapi juga melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Call taker tidak hanya menerima telepon. Mereka sudah dibekali Psychological First Aid (PFA) atau penanganan psikologis, sehingga ketika menerima laporan bisa melakukan asesmen awal, menimbang kondisinya, kemudian menentukan langkah berikutnya,” ujar Linda, Selasa (15/9/2026).
Menurut dia, call taker juga berkoordinasi dengan petugas teknis dan pos terdekat agar laporan dapat segera ditindaklanjuti. Saat menerima laporan, petugas akan menggali kondisi yang dialami warga sekaligus memastikan lokasi kejadian agar petugas lapangan dapat segera menuju titik yang tepat.
















