
Pendampingan terhadap warga yang menghubungi Command Center 112 juga diperkuat dengan keberadaan tenaga medis di ruang layanan. Tenaga kesehatan dapat memberikan arahan awal kepada warga mengenai tindakan yang perlu dilakukan sambil menunggu petugas datang ke lokasi.
“Di sisi room itu ada juga tenaga nakes yang dapat memandu warga. Karena kadang warga tidak tahu harus melakukan apa. Jadi bisa diarahkan dulu, jangan panik, kemudian diberikan langkah awal sambil menunggu tenaga medis datang,” katanya.
Didukung Psikolog
Tak hanya tenaga medis, Command Center 112 juga mendapat dukungan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya.
Psikolog tersebut ditempatkan di ruang Command Center dan bersiaga dalam tiga shift untuk membantu ketika terdapat laporan yang membutuhkan pendampingan psikologis. “Di sisi room itu juga ada satu orang dari DP3APPKB yang merupakan seorang psikolog. Mereka standby,” imbuhnya.
Keberadaan psikolog tersebut menjadi bagian dari upaya Command Center 112 memberikan penanganan yang lebih menyeluruh. Sebab, tidak semua laporan darurat hanya membutuhkan respons fisik atau pengiriman petugas ke lokasi.
















