‘Ghost Writer’, Kerjasama Penulis Novel dan si Hantu Ungkap Misteri Buku Harian

338 views
Para pendukung film komedi horor ‘Ghost Writer’. (IST)

iniSURABAYA.com – Sehari menjelang Idul Fitri, Selasa (4/6/2019), penikmat film Tanah Air akan dapat sajian beragam film pilihan menarik. Film-film Lebaran itu adalah ‘Hit & Run’, ‘Ghost Writer, ‘Kuntilanak 2’, ‘Si Doel The Movie 2’, dan ‘Single Part 2’.

‘Ghost Writer’ yang digarap  sutradara Ernes Prakasa bersama Bene Dion Rajagukguk bercerita mengenai Naya yang diperankan oleh Tatjana Saphira, penulis novel one-hit-wonder yang sudah beberapa tahun ini mengalami masa keterpurukan.

Naya yang membiayai sekolah sang adik yang bernama Darto (Endy Arfian), akhirnya memutuskan pindah ke sebuah rumah tua yang harga sewanya lebih murah.         

Suatu hari, Naya menemukan sebuah diary di rumah tersebut. Karena menganggap bahwa diary tersebut memiliki kisah yang sangat menguras emosi dan berpotensi untuk dijadikan novel, Naya pun nekat membuatnya meski tak mengetahui siapa pemilik buku diary itu.

Sementara itu, bagi Galih (Ge Pamungkas), buku harian ini adalah sebuah pembelaan terhadap prasangka salah kedua orang tuanya. Maka sebuah kerjasama beda alam pun dimulai.

Ide cerita ‘Ghost Writer’ pertama datang ketika Nonny Boenawan menjadi salah satu peserta kelas penulisan skenario yang Ernest adakan di Jakarta tahun 2018 silam.

“Ketika membaca ide cerita Nanny, saya langsung membayangkan berbagai potensi yang menarik untuk digarap dari cerita ini. Saya pun mempresentasikannya kepada Pak Chand Parwez (produser StarVision),” ungkap Ernest.

Ternyata, Chand Parwez juga tertarik atas originalitas ide cerita tersebut. “Akhirnya kami berdua menandemkan Nonny dengan Bene Dion Rajagukguk, sekaligus menjadikan ini proyek debut Bene di kursi sutradara,” papar Ernest.

Chand Parwez pun mendukung pernyataan Ernest. “Meski ini film perdana Bene Dion, tapi kualitasnya tidak kalah dengan sutradara yang sudah berpengalaman,” ucapnya.   

Menurut Parwez, ‘Ghost Writer’ merupakan film komedi horor dengan komedi yang natural. “Cerita dan sekenarionya sangat kuat. Jadi para pemain tinggal memainkan secara natural penonton pasti tertawa,” imbuhnya. wid

#ernestprakasa #gepamungkas #ghostwriter #tatjanasaphira

Posting Terkait