
Adriono
Jika buku sebelumnya membahas keterampilan menulis secara lebih umum, karya terbaru Adriono memilih ruang yang lebih spesifik: bagaimana menulis buku biografi.
Pada akhirnya, biografi bukan sekadar menyusun rangkaian peristiwa dari masa lalu. Di baliknya ada proses menggali ingatan, menemukan fakta, memahami karakter tokoh, kemudian merangkainya menjadi cerita yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menarik dibaca.
Dan bagi Adriono, pengalaman puluhan tahun mengerjakan proses tersebut kini tidak lagi berhenti di meja kerjanya. Ia memilih menuangkannya menjadi buku agar ‘rahasia’ yang diperoleh dari lapangan dapat dipelajari oleh mereka yang ingin menekuni dunia penulisan biografi. */ana/ap
















