
Sekolah Fashion Sergey Sysoev di Universitas Kosygin turut mewarnai Moscow Fasion Week 2026. (foto-foto: dok/IST)

Karya Sasha Kim di Moscow Fashion Week.
Bagi desainer Indonesia, panggung Moskow bukan wilayah yang benar-benar asing. Pada musim sebelumnya, sejumlah jenama Tanah Air seperti Raegitazoro dan Irmasari Joedawinata telah memperlihatkan koleksinya di ajang tersebut.
Kehadiran desainer dari Indonesia menjadi bagian dari meningkatnya representasi Asia dalam Moscow Fashion Week. Pada musim 2026, line-up Asia antara lain diisi Limak By Kamil dari Sri Lanka, Momiwei dari Tiongkok, dan KGL dari India, serta desainer dari Turki dan Kazakhstan.
Di luar Asia, sejumlah brand dan desainer dari Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, serta negara lainnya juga dijadwalkan berpartisipasi. Sementara dari Rusia, panggung tersebut akan menghadirkan sejumlah nama seperti Solangel, Inniki, Oleg Levitskiy, IgorGulyaev, Unke, dan Elisabetta.
Komposisi peserta tersebut menunjukkan bagaimana sebuah ajang emerging fashion kini semakin berfungsi sebagai titik temu lintas negara.
Identitas Lokal Justru Jadi Modal
Di tengah semakin terbukanya pasar fashion global, persoalan yang dihadapi desainer bukan hanya bagaimana mengikuti tren dunia. Ada pertanyaan lain yang lebih mendasar,”Apa yang membuat sebuah brand tetap memiliki identitas ketika memasuki pasar internasional?”
















