
Sekolah Fashion Sergey Sysoev di Universitas Kosygin turut mewarnai Moscow Fasion Week 2026. (foto-foto: dok/IST)

Karya House of Leo melenggang di Moscow Fashion Week.
Isu itulah yang membuat keberlanjutan dan akar budaya menjadi semakin relevan. Indonesia sendiri tengah mengalami perkembangan dalam industri fashion berkelanjutan.
Dalam materi yang disampaikan penyelenggara, disebutkan 75 persen konsumen di Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk fashion yang berkelanjutan.
Pada saat yang sama, praktik seperti upcycling, craftsmanship, dan pengolahan identitas budaya mulai bergerak dari ceruk pasar menuju perhatian yang lebih luas.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan gagasan yang didorong Indonesian Fashion Chamber (IFC), yakni local inspiration yang diterjemahkan melalui pendekatan kontemporer. Prinsip tersebut turut dibawa dalam berbagai agenda, termasuk In2MotionFest, yang menjadi ruang pembahasan mengenai ethical fashion dan pembangunan industri yang lebih berkelanjutan.
Di sinilah pertemuan dengan panggung internasional menjadi menarik. Kekuatan lokal tidak harus ditinggalkan demi tampil global. Justru identitas lokal dapat menjadi pembeda ketika sebuah brand memasuki audiens baru.
Moskow sebagai Jembatan Kolaborasi
Ali Charisma, Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber, melihat Moscow Fashion Week sebagai salah satu platform yang dapat membuka hubungan lebih jauh bagi desainer Indonesia.
















