
Sekolah Fashion Sergey Sysoev di Universitas Kosygin turut mewarnai Moscow Fasion Week 2026. (foto-foto: dok/IST)

Karya desainer Vereja turut hadir di Moscow Fashion Week.
“Moscow Fashion Week bisa menjadi jembatan bagi kolaborasi jangka panjang, pertukaran budaya, pengembangan pasar, dan pada akhirnya pertumbuhan bersama antara Indonesia, Rusia, serta negara-negara BRICS+ lainnya yang turut berpartisipasi,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa partisipasi dalam fashion week tidak selalu harus dilihat sebatas peluang penjualan. Ada potensi pertukaran gagasan, kerja sama kreatif, hingga pengembangan jaringan bisnis yang bisa berlanjut setelah perhelatan selesai.
Bagi brand yang masih berada dalam tahap berkembang, hubungan semacam itu bisa menjadi bagian penting dari proses menuju pasar global.
Tantangan Desainer Muda: Tetap Lokal, Berpikir Global
Persoalan menjaga identitas sambil membuka pasar internasional juga menjadi perhatian pelaku industri fashion dari negara lain.
Nguyen Vi Huu Canh, Head of Fashion Sector, VDAS – Vietnam Design Association, dijadwalkan mengunjungi Moskow pada musim gugur ini. Selain menghadiri Moscow Fashion Week, ia juga akan mengikuti BRICS+ Fashion Summit, sebuah forum bisnis fashion yang mempertemukan negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.
















