Popok hingga Kasur Masih Dibuang ke Sungai, Lohjinawi Ajak Warga Surabaya Ubah Kebiasaan

0
1

iniSURABAYA.com — Membersihkan sungai ternyata tidak cukup hanya dengan mengangkat sampah yang sudah telanjur masuk ke aliran air. Di balik tumpukan sampah di Kali Mrutu, Wonokusumo, Surabaya, masih ada persoalan yang lebih sulit, yakni kebiasaan sebagian warga membuang sampah langsung ke sungai.

Yang dibuang pun bukan hanya botol plastik atau kantong sekali pakai. Popok hingga kasur masih ditemukan sebagai bagian dari persoalan yang ingin diubah Yayasan Lohjinawi melalui Program Sungai Lestari.

Upaya mengubah kebiasaan itu kembali digerakkan melalui kegiatan ‘Kali Mrutu Menuju Sungai Lestari’ dalam rangka Hari Sungai Dunia 2026, Sabtu (26/9/2026). Sekitar 300 kader bank sampah dan komunitas lingkungan terlibat dalam kegiatan yang diisi dengan aksi bersih sungai, penanaman pohon, serta edukasi langsung kepada warga bantaran kali.

Yasmin Mulyana, Direktur Yayasan Lohjinawi mengatakan persoalan sungai tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengambil sampah yang sudah berada di badan air. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian yang sama pentingnya.

“Kita ingin Hari Sungai menjadi momentum untuk menggerakkan warga. Sungai bukan tempat membuang sampah, tetapi bagian dari kehidupan kita yang harus dijaga bersama. Perubahan itu dimulai dari lingkungan dan kebiasaan masyarakat,” ujarnya.

1 2 3 4 5

Comments are closed.