
Selain seni rupa, ArtSubs juga membuka ruang bagi disiplin lain. Kehadiran arsitek dan karya instalasi, misalnya, memperlihatkan upaya untuk memperluas batas pameran agar tidak hanya bergerak dalam wilayah seni rupa yang konvensional.
Menurutnya, nama tersebut tidak otomatis membuat pameran menjadi ajang khusus seniman lokal. Bahkan, jika suatu saat ArtSubs diselenggarakan di kota lain, misalnya Malang, konsep pamerannya tetap tidak harus berubah menjadi representasi eksklusif seniman dari kota tersebut.
Menurut Asmudjo, posisi ArtSubs sebagai pameran berskala nasional membuat pilihan seniman lebih banyak ditentukan oleh pertimbangan artistik dan kuratorial.
Ia mencontohkan sejumlah pameran dan biennale di kota lain yang juga tidak menjadikan lokasi penyelenggaraan sebagai syarat utama bagi seniman yang dipilih.
Namun, persoalan menjadi lebih menarik ketika keputusan kuratorial bersinggungan dengan penilaian pribadi. Asmudjo mengungkapkan, bisa saja seorang kurator menyukai sosok senimannya tetapi tidak tertarik pada karya yang diajukan.
“Sebaliknya, ada seniman yang secara personal tidak terlalu disukai, tetapi karyanya dianggap memiliki alasan kuat untuk masuk pameran,” ungkapnya.

















