Larang SD-SMP Negeri Bebani Orang Tua dengan Iuran Perpisahan, Eri Cahyadi: Cukup Tasyakuran Sederhana Saja

Sementara itu, Febrina Kusumawati menyatakan telah menegur Kepala SDN Manukan Wetan IV sekaligus meluruskan persoalan tersebut. Ia menyatakan, sekolah harus mengutamakan pelayanan kepada peserta didik dan tidak membebani orang tua dengan pungutan yang tidak jelas.
“Sudah saya luruskan, sudah saya sampaikan dan saya tegur kepala sekolahnya. Sudah tidak pakai seperti itu, bagaimana caranya kita benar-benar bisa menjadi pelayan sekolahannya arek-arek Suroboyo,” tutur Febri, panggilan lekatnya.
Menurut Febri, setiap laporan, saran, maupun kritik dari masyarakat harus diterima dan ditindaklanjuti. Ia juga meminta kepala sekolah lebih aktif memantau komunikasi antara wali kelas dan orang tua murid, termasuk melalui grup WhatsApp.
“Kalau ada orang tua murid mengadukan, menyarankan, mengkritik, jangan ditolak. Orang-orang itu mungkin karena ditolak akhirnya lari (laporan) ke atas, termasuk ke hotline-nya Pak Wali Kota,” cetusnya.
Selain itu, Febri juga meminta seluruh kepala SD dan SMP negeri memastikan tidak ada pungutan yang tidak transparan, termasuk iuran untuk kebutuhan kegiatan sekolah maupun pembelian perlengkapan guru. “Saya mau pastikan benar bahwa tidak ada yang namanya urunan-urunan atau pungutan yang sifatnya tidak clear,” pesannya.
















