Menembus Gunung Sejak 1879: Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia

Memasuki 159 tahun perkeretaapian Indonesia pada 2026, pengenalan sejarah terowongan menjadi salah satu cara memahami perjalanan panjang transportasi rel di Indonesia. Sebagian peninggalan masih berada pada jaringan aktif, sementara lainnya merupakan bagian dari bekas lintas bersejarah. Keduanya memiliki nilai dokumentasi dan pendidikan yang perlu diperhatikan.
“Sejarah perkeretaapian Indonesia menyimpan banyak pengetahuan yang masih relevan untuk dipelajari. Melalui arsip, dokumentasi, museum, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI ingin membantu masyarakat mengenal perjalanan teknologi transportasi dari masa ke masa. Setiap peninggalan mempunyai cerita, dan cerita itu patut diteruskan kepada generasi berikutnya,” tutup Anne. */wid/ap
Berikut 10 Terowongan KA Tertua di Indonesia Beserta Kisahnya:
- Terowongan Lampegan – Jawa Barat (1879–1882)
Berada di kawasan Cianjur dengan panjang historis sekitar 686 meter, Lampegan dikenal sebagai terowongan kereta api tertua di Indonesia. Pembangunannya menjadi bagian dari pengembangan jaringan rel menuju wilayah Priangan yang memiliki kondisi perbukitan dan kebutuhan pengangkutan hasil perkebunan. - Terowongan Ijo Lama – Jawa Tengah (1885–1886)
Terowongan sepanjang sekitar 580 meter ini berada di kawasan Kebumen. Pembangunannya menjadi bagian dari pengembangan jaringan kereta api di selatan Jawa yang harus melewati perbukitan sebelum menghubungkan berbagai pusat kegiatan ekonomi dan permukiman. - Terowongan Lembah Anai I – Sumatera Barat (1890–1891)
Memiliki panjang historis sekitar 100 meter, terowongan ini berada pada kawasan jalur pegunungan Lembah Anai. Kehadirannya berkaitan dengan pengembangan transportasi yang menghubungkan kawasan pedalaman Minangkabau dengan wilayah pesisir. - Terowongan Lembah Anai II – Sumatera Barat (1890–1891)
Terowongan sepanjang sekitar 200 meter ini melengkapi jalur Lembah Anai yang dikenal memiliki medan curam. Pada kawasan yang sama, perkembangan perkeretaapian juga melibatkan penggunaan teknologi rel bergigi untuk menghadapi tanjakan pegunungan. - Terowongan Kupitan – Sumatera Barat (1892–1894)
Terowongan sepanjang sekitar 600 meter ini berada pada lintas Muara Kalaban–Padang Sibusuk. Pembangunannya berkaitan dengan pengembangan jaringan perkeretaapian Sumatera Barat untuk mendukung pengangkutan komoditas dan hubungan antarkawasan. - Terowongan Lubang Kalam – Sumatera Barat (1892–1894)
Dibangun pada jalur Sawahlunto–Muara Kalaban, terowongan sepanjang sekitar 828 meter menurut dokumen nominasi UNESCO ini memiliki hubungan erat dengan sejarah pertambangan Ombilin. Jalur kereta api menjadi bagian dari sistem pengiriman batu bara dari pedalaman Sumatera Barat menuju Pelabuhan Emmahaven, kini Teluk Bayur, untuk perdagangan internasional. - Terowongan Garahan – Jawa Timur (1901–1902)
Terowongan sepanjang sekitar 113 meter ini berada di kawasan pegunungan pada lintas Jember–Banyuwangi. Keberadaannya menjadi bagian dari pembangunan jaringan rel yang menghubungkan wilayah timur Pulau Jawa melalui medan berbukit. - Terowongan Mrawan – Jawa Timur (1901–1902)
Memiliki panjang sekitar 690 meter, Mrawan dibangun di kawasan Gunung Gumitir. Pengerjaannya dilakukan dari dua arah untuk membuka jalur melalui kawasan pegunungan yang menjadi penghubung Jember dan Banyuwangi. - Terowongan Sasaksaat – Jawa Barat (1902–1903)
Terowongan sepanjang 949 meter ini dibangun pada lintas Purwakarta–Padalarang. Catatan sejarah KAI menyebut penggalian dilakukan dari dua sisi bukit. Ketika ditemukan batuan cadas, pekerjaan pengeboran dilakukan secara manual karena penggunaan bahan peledak dan mesin dikhawatirkan mengganggu kestabilan tanah. Penerangan listrik dari dinamo juga digunakan untuk mendukung pekerjaan. - Terowongan Batulawang – Jawa Barat (1914)
Terowongan dengan panjang historis sekitar 281,5 meter ini berada pada bekas jaringan kereta api Banjar–Cijulang. Jalur tersebut dibangun untuk menghubungkan kawasan selatan Jawa Barat dengan jaringan transportasi yang lebih luas. Kini, peninggalannya menjadi bagian dari sejarah jalur kereta api yang sudah tidak beroperasi.
















