Peluang Bisnis di Dunia Blockchain? Mentor Lucky Chandra Beri Komentar Begini 

0
1321
Lucky Chandra

iniSURABAYA.com – Jagad Teknologi Informasi atau IT belakangan dibikin heboh dengan hadirnya platform Non-Fungible Token (NFT).

Dan salah satu yang bikin viral adalah sosok Ghozali menjual foto selfie miliknya di marketplace NFT dan berhasil meraup untung puluhan juta rupiah dalam sekejap.  

Sukses secara material ini membuat publik pun penasaran mengikuti jejak Ghozali. “NFT memang bisa dijadikan sarana investasi dan mendapatkan penghasilan.  Adanya peluang ini, maka memahami NFT menjadi penting,” ungkap Lucky Chandra. 

Pebisnis jam tangan sekaligus mentor di bidang blockchain ini mengaku sudah melihat peluang tersebut beberapa tahun terakhir dan langsung mendalami NFT dan crypto. 

Karena itu pula, pria berusia 30 tahun ini ingin berbagi ilmu dan ingin mengajak para milenial mengenal lebih dalam bidang blockchain. 

Dalam beberapa kesempatan pria yang akrab disapa Lucky ini kerap membagikan informasi terkait NFT dalam Instagram official @luckchan dan ditonton puluhan ribu orang.

Lucky meyakini, dalam perkembangan era digital yang masif seperti saat ini keberadaan NFT semakin eksis. 

Pria kelahiran April 1992 ini mengatakan ingin turut memfasilitasi para pemula yang ingin mengenal bidang NFT. Dia juga bisa menjadi salah satu sumber informasi untuk orang-orang yang ingin memulai dan belajar tentang dunia NFT. 

“Karena kalau dilihat secara garis besar orang yang menjadi pakar di dunia NFT sangat sedikit khususnya di Indonesia. Padahal, potensi NFT sangat besar ke depannya,” tegasnya.

Lucky menekankan, penggunaan teknologi blockchain yang semakin masif tidak bisa dielakkan menjadi daya tarik tersendiri khususnya di dunia NFT. 

Peluang NFT, lanjutnya, sangatlah besar, baik sebagai investor maupun kreator. Banyak seniman yang memulai kariernya di NFT dan sangat dihargai sehingga bisa mendapatkan keuntungan lebih. 

Seringkali seniman dipandang sebelah mata oleh publik, namun dengan adanya NFT ini, seniman bisa jauh lebih dikenal dan tentunya mendapatkan benefit penjualan karya mereka secara signifikan. 

“Dari sisi investor juga bisa mendapatkan keuntungan berlipat, baik jangka pendek maupun jangka panjang tergantung projek NFT yang dibeli,” ujarnya. 

Lucky ingin mengedukasi masyarakat supaya lebih melek teknologi dan update ilmu tentang NFT. Menurutnya, kebanyakan masyarakat khususnya di Indonesia hanya mengenal NFT dari Ghozali yang viral karena foto selfie. 

Padahal menurutnya, potensi NFT bukan hanya sekedar iseng menjual foto selfie yang dijadikan NFT dan berharap mendapatkan pundi-pundi uang dengan mudah. 

“Utilitas NFT banyak dan bisa diterapkan hampir ke semua bidang industri sehingga mudah beradaptasi dengan yang lainnya,” tambahnya. 

Lucky menarget kalangan milenial dan generasi Z, walaupun tidak menutup kemungkinan gen X yang memang dari awal sudah menyukai seni fisik bisa diedukasi untuk pengetahuan bahwa ada juga seni digital dalam bentuk NFT. 

Dia berharap, masyarakat Indonesia bisa lebih teredukasi khususnya tentang NFT. Karena, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak projek NFT di luaran sana juga bisa berpotensi menjadi tindak penipuan dan tentunya merugikan investor. 

Lucky juga berharap masyarakat melek teknologi, sehingga tidak lagi meremehkan NFT yang seringkali diejek hanya berupa gambar yang bisa disimpan oleh siapa saja namun ternyata bernilai jutaan rupiah.

“Padahal, dengan pengetahuan yang cukup justru itu bisa menjadi potensi besar untuk dikerjakan,” pungkasnya. ana

Comments are closed.