RSUD dr Soewandhie Siapkan Soewandhie Oncology Center, Penderita Kanker Bisa Periksa Secara Lengkap

0
582

RSUD dr Moh Soewandhie terus meningkatkan layanan khususnya bagi penderita kanker.

iniSURABAYA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan peningkatan pelayanan bagi para pasien penderita kanker, khususnya warga Kota Pahlawan ini. Pemkot bahkan telah menyediakan berbagai fasilitas dan layanan pengobatan di RSUD Dr Mohammad Soewandhie untuk memudahkan masyarakat melakukan deteksi dini, pengobatan, hingga perawatan.

Dokter Billy Daniel Messakh, Dirut RSUD dr Soewandhie mengatakan bahwa pelayanan pengobatan bagi para pasien penderita kanker dimulai dari diagnostik, operasi, dan terapi lainnya. Artinya, pasien tidak bisa menjalani operasi saja, melainkan harus melakukan multidisiplin terapi hingga rehab medis.

“RSUD Dr Moh Soewandhie menyediakan pelayananan pengobatan kanker secara lengkap, tidak parsial. Bukan satu modalitas selesai, lalu kirim ke sana (rumah sakit atau center lainnya). Itu yang kami hindari. Jadi masyarakat datang ke RS Soewandhie untuk berobat tuntas. Maka kami terapkan One Stop Service untuk Onkologi dengan menyediakan Soewandi Oncology Center,” kata dr Billy.

Hadirnya Soewandi Oncology Center, kata dr Billy, semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, melakukan skrining kanker, hingga pelayanan pengobatan bagi penderita kanker.

Menurut dokter Billy, dalam proses peningkatan pelayanan pengobatan bagi pasien penderita kanker untuk tahapan diagnostik, pihaknya memiliki tenaga medis dan alat penunjang yang berkompeten. “Alat Multislice CT Scan kami punya, MRA (Magnetic Resonance Angiography) punya. Itu semua akan kami maksimalkan pelayanannya. Harapannya, masyarakat tidak perlu kemana-mana lagi, bisa datang langsung ke RSUD Dr Moh Soewandhie,” urainya.

Dokter Billy mengaku , saat ini pihaknya tengah membuat empat kamar operasi. Salah satu kamar operasi nantinya dikhususkan untuk pelayanan pengobatan bagi pasien penderita kanker. Tingginya tindakan operasi membuat rumah sakit ini menambah ruang operasi untuk melayani penderita kanker payudara dan serviks.

“Sering tertunda karena tingginya volume operasi. Ada empat kamar operasi kami bangun, satu kamar akan dikhususkan untuk kanker. Jadi, bukan hanya Surabaya, tetapi kota-kota terdekat juga mengirim (pasien) ke RSUD Dr Moh Soewandhie, sehingga kadang antrean terjadi panjang,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya melakukan perubahan system, yakni, membuat satu kamar operasi khusus penanganan kanker yang bisa melakukan tindakan operasi setiap hari. Sehingga tidak tergantung kamar operasi lainnya.

Hal itu menjadi terobosan RSUD Dr Moh Soewandhie untuk mempercepat penanganan. “Setelah operasi, terdapat pelayanan multidisiplin terapi dengan empat modalitas. Diantaranya, kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi, dan biologi terapi,” katanya.

Apalagi Pemkot Surabaya telah membeli tiga alat penunjang, salah satunya adalah alat tercanggih di Kota Surabaya. Ketiga alat tersebut adalah Akselerator linier (Linear Accelerator, LINAC), Brachytherapy, dan CT Simulator.

Saat ini, ketiga alat tersebut tengah memasuki tahapan proses perizinan di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Rencananya, ketiga alat tersebut segera diresmikan oleh Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya pada pertengahan tahun 2023.

“Radioterapi sudah punya dokter spesialis. Dia yang akan memegang alat yang baru kami beli. Ada LINAC, Brakhiterapi, dan CT Simulator. LINAC untuk sinar dan saat ini kami bekerja sama dengan Bapeten untuk penyempurnaan. Yang Brakhiterapi sudah lolos, tinggal dijalankan,” bebernya.

Dokter Billy menyatakan, yang paling banyak melakukan layanan pengobatan di RSUD Dr Moh Soewandhie adalah penderita kanker payudara dan kanker serviks untuk perempuan, serta kanker usus besar untuk laki-laki.

Berdasarkan data di RSUD Dr Moh Soewandhie terdapat 90 pasien penderita kanker per-31 Januari 2023. Sebelumnya, pada tahun 2022 terdapat 642 pasien, dan tahun 2021 sebanyak 492 pasien.

Para pasien penderita kanker kebanyakan berobat menggunakan BPJS. Hanya saja, dalam tahapan skrining, BPJS belum bisa mengcover pembiayaan, karena BPJS hanya menanggung pasien yang terkonfirmasi sakit (kasus).

“Tetapi dengan alat-alat yang dibeli Pak Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya) sangat bagus-bagus, sehingga semua untuk warga Surabaya pastinya dengan biaya paling murah dan terjangkau masyarakat,” imbuhnya. wid

Comments are closed.