
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya saat menerima Trofi Abyakta di puncak peringatan Hari Pers Nasional 2023.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya saat menerima Trofi Abyakta di puncak peringatan Hari Pers Nasional 2023.
iniSURABAYA.com – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 dengan tema ‘Inovasi pangan, sandang dan papan, berbasis informasi dan kebudayaan’.
Penghargaan berupa Trofi Abyakta (Maju, Berkembang) tersebut diperoleh lantaran Eri Cahyadi dinilai mampu mendorong inovasi berbasis kearifan lokal gotong-royong, salah satunya adalah program Dandan Omah.
Pria yang akrab disapa Cak Eri ini memaparkan, tahun 2022 ada 1.465 unit rumah yang mendapat program dandan omah. Dana yang dibutuhkan untuk tiap rumah sekitar Rp 30 juta. Dari 1.465 unit rumah yang diperbaiki, 950 unit menggunakan APBD Kota Surabaya.
Sedangkan yang menggunakan non-APBD, sebanyak 380 unit rumah. Jumlah tersebut berasal dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 98 unit dari Baznas, 30 unit dari CSR, dan tujuh unit dari gereja.
Cak Eri menyatakan, untuk program di tahun 2023, ditargetkan 3.500 rumah diperbaiki. “Semuanya kami perbaiki dengan cara gotong-royong. Mulai dari pengadaan material, tukang, sampai pengadaan dana,” ungkapnya usai menerima Trofi Abyakta di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/2/2023).
Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya ini menandaskan, program berskema padat karya ini memberdayakan sedikitnya 3.200 pekerja sepanjang 2022. “Para pekerja diambil dari warga sekitar rumah yang akan diperbaiki,” imbuhnya.
Cak Eri menegaskan, untuk memeratakan ekonomi, belanja bahan bangunan tidak boleh di toko-toko besar. Melainkan harus di toko bangunan kecil sekitar rumah. “Inilah wujud ekonomi gotong royong yang digerakkan di kampung-kampung, kebersamaan khas arek-arek Suroboyo,” tuturnya.
Cak Eri memaparkan, warga yang ingin mendapatkan program Dandan Omah dapat mengajukan melalui aplikasi Sayang Warga, e-Housing atau e-Rutilahu. Pemanfaatan teknologi informasi dalam program Dandan Omah dilakukan seiring dengan perkembangan zaman.
“Dalam membangun Surabaya, termasuk di dalamnya dandan omah, (Pemkot Surabaya) mengandalkan teknologi informasi berbasis kearifan lokal,” katanya.
Terkait warga yang nir-teknologi, Cak Eri mengatakan, di situlah kearifan lokal saling tolong-menolong hadir. “Baik pertolongan sesama keluarga, warga, hingga pejabat pemerintah,” ujarnya.
Pemkot Ikut Dapat Manfaat
Manfaat program Dandan Omah yang sudah dimulai Pemkot Surabaya sejak tahun 2015, lanjut Cak Eri, tidak hanya dirasakan warga penerima. Masyarakat di wilayah sekitar dan pemerintah pun ikut merasakan manfaatnya.
“Masyarakat penerima program Dandan Omah mendapat kualitas hunian bagus, kesehatan meningkat, dan taraf ekonomi naik karena rumah itu bisa menjadi tempat layak untuk usaha,” tuturnya.
Bahkan secara keseluruhan, Cak Eri menyatakan, masyarakat juga mendapatkan manfaat lain dari program tersebut. Program tersebut melestarikan gotong-royong hingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.
Selain itu, juga meningkatkan kesadaran pada kualitas hunian dan lingkungan. “Pemkot Surabaya ikut mendapatkan manfaatnya pula dari program dandan omah. Program itu mengurangi kawasan kumuh. Pemkot bisa berkolaborasi dengan swasta, adanya penataan kota, dan pada gilirannya peningkatan kesejahteraan warga,” urainya. wid
















