Pemkot Surabaya Peduli Anak? Fakta: Ini Besaran Anggaran yang Dialokasikan untuk Pemenuhan Kebutuhan Anak

0
543

ILUSTRASI : Kegiatan anak-anak Surabaya.

iniSURABAYA.com – Pemkot Surabaya mengalokasikan dana sangat besar untuk pemenuhan kebutuhan anak. Ini terlihat dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun 2023 sebesar Rp 11,2 triliun, sekitar Rp 5,627 triliun atau 50,2 persennya diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan anak.

Tak hanya menyediakan kebutuhan anggaran, Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya bahkan juga memastikan keterlibatan anak dalam proses-proses perencanaan pembangunan melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) dari tingkat kota sampai kelurahan.

Informasi yang diperoleh iniSurabaya.com, kebijakan tersebut tertuang dalam SOP Musrenbang yang dibuat oleh Bappedalitbang No 000.8.333/ 2771/ 486.8.1/2023.

Selain anggaran yang disediakan melalui APBD, Pemkot Surabaya juga melibatkan partisipasi publik dalam menangani problem-problem anak. Misalkan dalam hal pendidikan, pemkot juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya dan lembaga-lembaga zakat lain yang ada di Kota Pahlawan.

Bentuk partisipasi publik tersebut, salah satunya diwujudkan pemkot bersama Baznas Surabaya dengan memberikan bantuan tebus ijazah dan bayar tunggakan biaya sekolah kepada 529 pelajar SMA/SMK swasta pada Senin, 5 Juni 2023.

Bantuan tersebut diberikan secara langsung oleh Eri Cahyadi bersama Muhammad Hamzah, Ketua Baznas Surabaya.

Menanggapi kebijakan Pemkot Surabaya tersebut, Arie Rukmana, Kepala Perwakilan UNICEF Jawa Bali mengatakan, langkah itu bentuk social assistant menuju social protection.

Menurutnya, kebijakan Pemkot Surabaya sebagai bentuk negara hadir di dalam persoalan warga, termasuk hal-hal yang dibutuhkan anak.

“Saya melihat ini sesuatu yang bagus, ini adalah bentuk hadirnya negara sebagai social assistant menjadi social protection, ada pendampingan dan ada perlindungan agar bisa keluar dari masalah masalah yang dihadapi,” tandas Arie.

Sejalan dengan itu, Isa Ansori, Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur  juga mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dalam hal komitmen anggarannya untuk anak.

“Saya kira ini langkah bagus untuk menyiapkan anak anak Surabaya agar lebih berkualitas, dengan anggaran yang ada. Komitmen ini akan semakin menegaskan bahwa Surabaya memang kota yang layak untuk anak,” tegas Isa.  wid

Comments are closed.